Refleksi aksi nyata modul 3.3
1.
PERISTIWA (FACT)
a. Tujuan
Menciptakan
karakter peduli lingkungan, menumbuhkan sikap tanggung jawab terhadap
kebersihan lingkungan di sekitarnya serta menangani dengan prinsip ekologi yang dikenal dengan istilah 4R,
yaitu recicle, reuse, reduce, repair.
b.
Latar belakang
Kebersihan sebagian dari iman, begitulah hadist
Rasulullah Saw yang menjadi pedoman kami dalam menyikapi terkait kebersihan.
Sekolah kami merupakan sekolah yang berlandaskan agama Islam yang mana kami
sangat yakin akan hadist tersebut sebagai pedoman kami terkait kebersihan.
Kebersihan merupakan salah satu kegiatan kami dalam memperhatikan lingkungan
sekolah kami.
Sebelum memprogramkan Gerakan kebersihan SMP IT ibnu
sina ini kami telah mempelajari terkait pencemaran yang terjadi baik di
lingkungan sekola maupun di sekitar tinggal siswa. Dari permasalahan tersebut
tumbuhlah kepedulian kita untuk mampu menjadi agen perubahan lingkungan.
Gerakan kebersihan ini hanyalah salah satu gerakan awal kami untuk memulai
menjadi agen perubahan lingkungan di sekitar kita. Pengelolaan sampah adalah
salah satu tugas kami untuk mampu memlah sampah sesuai jenis sampah yang ada di
sekolah.
Sekolah kami merupakan sekolah yang sangat dekat
sekali dengan lingkungan persawahan serta sungai, oleh karena itu sebagai siswa
yang pasti membeli aneka jajanan dikantin sekolah, pastinya akan meninggalkan
sampah yang lumayan banyak. Sampah yang berada di sekolah yakni sampah plastik,
sampah organik, serta sampah kertas. Dari ketiga jenis sampah tersebut,
pengelolaan sampah di tempat kami masih mencampur semua sampah menjadi satu,
padahal kalau kita pisahkan sesuai jenianya akan mampu mengurangi sampah serta
mampu mengelola sampah lebih efektif.
Pengelolaan sampah yang benar memang belum atau jarang
sekali kita temui dalam lingkungan masyarakat, untuk itu kami akan memulai
program yang paling sederhana dulu yakni dengan mengelola serta memilah sampah
sesuai jenisnya.
a.
Pelaksanaan aksi nyata
Kami awali dengan berdiskusi bersama untuk merencankan aksi nyata dalam
bentuk program kebersihan, langkah awal ini telah kami rencankan setelah
pembelajaran pencemaran lingkungan berlangsung sebagai hasil kepedulian kami
kepada lingkungan.
Setelah direncanakan, siswa mengungkapakan suaranya untuk memulai
kebersihan ini dari hal yang sederhana yakni pemilahan sampah sesuai jenisnya.
Perencanaan tersebut berlanjut membuat kesepakatan bersama untuk menentukan
alat dan bahan yang diperlukan untuk program kebersihan. Kesepakatan tersebut
berisi tentang penyiapan alat dan bahan yang digunakan untuk keperluan
kebersihan didanai oleh uang kas kelas sehingga alat yang dibutuhkan dapat
terlengkapi.
Selanjutnya bahan-bahan yang dibutuhkan sudah mencukupi sehingga kami harus
menata dan menyimpannya dengan baik. Pemilahan sampah menurut jenisnya diawali
dengan pemberian label pada keranjang sampah yang tersedia. Ada 3 macam
keranjang sampah yang kami beri label yakni sampah organik, sampah anorganik
dan sampah kertas.
Sebelumnya kami telah mendiskusikan program ini untuk dapat terealisasi di
lingkungdan sekolah. Siswa sangat antusias untuk melaksankan program tersebut
karena mereka sendiri ingin menjadi age perubahan lingkungan.
b.
Hasil aksi nyata
Diketehui bahwa ide gerakan kebersihan sekolah dengan cara memilah sampah
adalah wujud aksi nyata siswa untuk merealisasikan apa yang mereka pelajari
ketika pembelajaran pencemaran lingkungan. Hasil aksi nyata tersebut yakni
mewujudkan gerakan kebersihan sekolah yang diawali dengan pemilahan sampah
sesuai jenisnya. Sesuai latar belakang di atas siswa siswi sekolah SMP IT masih
kurang peduli serta belum tahu betul cara mengelola dengan memilah sampah
sesuai jenisnya. Untuk itu kami beserta siswa memulai dari hal yang paling
sederhana dalam kebersihan lingkungan dengan cara memilah sampah sesuai
jenisnya yakni sampah organik, sampah anorganik serta sampah kertas.
Pengelolaan selanjutnya adalah cara membuang sampah dan mendaur ulang sampah
yang masih bisa digunakan. Namun hal ini
masih akan berlanjut setelah program ini berjalan dikemudian hari.
Siswa mulai terbiasa membuang sampah sesuai jenisnya, sampah dilingkungan
sekolah hanya berupa sampah plastik, gelas plastik, anorganik, serta kertas. Jadi
dengan adanya tempat sampah yang beragam sesuai jenisnya akhirnya para siswa
mampu memilah sampah dan dibuang ketempat sampah yang sesuai jenisnya. Hal ini
tentu membuat siswa memiliki kebiasaan positif alam mengelola sampah.
Berdiskusi bersama dengan siswa merencanakan program GerBiSIT
Membuat kesepakatan kelas terkait gerakan kebersihan
Memilah sampah sebagai agen perubahan lingkungan
1 PERASAAN (FEELING)
Sebagai guru mata pelajaran IPA, mata pelajaran ini sangat berkaitan dengan pembelajaran lingkungan. Pada materi kelas 7 salah satunya adalah pembelajaran terkait lingkungan, baik pencemaran lingkungan maupun akibat pencemaran seperti global warming. Lingkungan merupakan tempat tinggal kami, sebagai manusia lingkungan merupakan ekosistem yang sangat berkaitan erat dengan lingkungan tempat tinggal kami.
Perasaan kami ketika mempelajari materi tersebut, membuat kami ingin mengadakan sebuah program yang berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan terutama lingkungan sekolah. Program kami muncul setelah kami memahami perubahan perilaku manusia terkait kebersihan lingkungan. Sebagai siswa SMP kami merencanakan gerakan kebersihan lingkungan yang kami namai dengan "Gerbisit" gerakan kebersihan SMP IT
Siswa SMP IT sangat antusias sekali dalam gerakan kebersihan tersebut, terutama pemilahan sampah sesuai kategori seperti sampah organik dan anorganik.
2. PEMBELAJARAN (FINDING) YANG DIDAPAT DARI KESELURUHAN AKSI BAIK KEGAGALAN MAUPUN KEBERHASILAN
Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab setiap manusia, siswa SMP memiliki tanggung jawab atas pencemaran sampah di lingkung dan sekolah mereka. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari gerakan kebersihan SMP IT yakni:
a. Siswa mampu menjaga kebersihan sekolah
b. Siswa mampu memiliki rasa tanggung jawab terhadapa lingkungan terutama dalam hal mengelola sampah
c. Siswa mampu memilah sampah sesuai jenisnya
d. Siswa mulai peduli terhadap masalah sampah serta mampu mewujudkan program yang mereka inginkan sesuai tujuan sebagai agen perubahan lingkungan.
3. PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE) RENCANA PERBAIKAN DIMASA MENDATANG
Hikmah yang mereka dapatkan tentunya akan melahirkan ide untuk menerapkan program ini di masa mendatang. Sebagai seorang guru saya berharap dari gerakan kebersihan SMP IT ini, siswa mampu melanjutkan gerakan kebersihan di lingkungan tempat tinggal mereka, Sehingga gerakan kebersihan ini tidak hanya terlaksana di sekolah namun bisa dilaksankan dimanapun mereka berada, terutama lingkungan tempat tinggal mereka. Saya berharap program ini mampu menjadikan lingkungan di masa yang akan datang akan semakin bersih dan mengurangi pencemaran lingkungan serta menjadikan insan yang disiplin serta peduli terhadap lingkungan..







Tidak ada komentar:
Posting Komentar