JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 24
MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
MODEL REFLEKSI GAYA ROUND ROBIN
OLEH : ANA MUSLIKHA
SMP IT IBNU SINA WULUHAN
CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 3 KAB.JEMBER
Apa hal yang paling anda kuasai setelah
pembelajaran hari ini? Mengapa hal tersebut bisa membuat anda sangat
menguasainya
Kepemimpinan
murid merupakan dasar dari filosofi Ki
Hajar Dewantara mengenai cara menumbuhkan padi oleh para petani, di sini
diibaratkan adalah seorang siswa yang nantinya akan kita tuntun supaya menjadi
padi yang bagus. Dan bahkan mampu menjadi padi yang memimpin dirinya sendiri
begitu pula sekolah yang menjadi tempat
pembelajaran murid.
Kepemimpinan
murid dapat dibentuk atas dasar
kemampuan atau kapasitas seorang murid tersebut untuk mengambil bagian atau
peranan dalam proses belajar mereka sendiri. Peran kita sebagai seorang guru
hanyalah mendampingi murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap
sesuai dengan kodrat konteks dan kebutuhannya. Sebagai seorang guru kita juga
harus mengurangi kontrol kita terhadap mereka, Maka dari itu jika kita
melakukan pendampingan maka murid kita akan mampu menjadi student agency yang
mana mereka mampu menyuarakan opini, membuat pilihan-pilihan, mengajukan
pertanyaan, mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi dalam
proses pembelajaran mereka sendiri.
Konsep
kepemimpinan murid sebenarnya berakar
pada prinsip bahwa murid itu memiliki kemampuan maupun keinginan secara positif
yang nantinya bisa mempengaruhi kehidupan mereka, baik di dalam maupun di luar
sekitar mereka. Kepemimpinan merupakan murid yang bertindak secara aktif dan
membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab daripada hanya sekedar
menerima apa yang ditentukan oleh orang lain.
Hubungan
seorang guru dan murid hanyalah sebatas kemitraan dalam hal ini kemitraan yang
dimaksud adalah guru hanya mampu menuntun tumbuh kembangnya kepemimpinan murid
dalam kegiatan belajar mereka. Kepemimpinan murid mampu menjadikan murid
sebagai profil pelajar Pancasila yang sebenarnya ini adalah Visi dan harapan
Indonesia untuk membentuk karakter warganya di masa mendatang. Kita semua
sepakat bahwa murid itu harus mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dari
kepemimpinan murid ini maka diharapkan murid akan menjadi pribadi yang merdeka
dan juga pribadi yang memerdekakan memerdekakan bangsanya
Kepemimpinan
murid harus memberikan proses pembelajaran mereka sendiri dengan kata lain
mereka sebenarnya memiliki suara(Voice), pilihan(Choice) maupun kepemilikan(Ownership)
dalam proses pembelajarannya. Suara murid merupakan komunikasi yang diutarakan
oleh murid untuk membuat keputusan sendiri. Bagaimana murid tersebut ingin
belajar, contoh suara murid seperti membangun budaya saling mendengarkan,
memberikan kesempatan murid untuk bertanya sharing pendapat berdiskusi dan
lain-lain. Pastinya murid tersebut
memiliki suara-suara yang ingin didengarkan oleh orang dewasa. Pilihan murid merupakan keinginan murid-murid
untuk memilih apa dan bagaimana mereka akan belajar memberikan pilihan pada
murid dapat memberdayakan murid, mendorong keterlibatan dalam pembelajaran dan
mengenalkan pada minat pribadi. Dalam pengalaman belajar, mereka pastinya
memiliki pilihan-pilihan yang dirasa cocok dengan mereka, contoh pilihan
murid-murid seperti membuka Cakrawala murid bahwa ada berbagai pilihan atau
alternatif yang dapat disajikan bahan pertimbangan untuk menentukan sebuah
keputusan, atau memberi kesempatan pada murid untuk memilih peran yang didapat
mereka dalam sebuah program, memberikan kesempatan bagi murid untuk memilih bagaimana
cara belajar yang paling nyaman, aman untuk mereka. Kepemilikan murid merupakan
bentuk rasa memiliki tanggung jawab akan suatu pilihan yang diinginkan
kepemilikan murid. Disini akan ada hubungannya secara fisik, kognitif, sosial
emosional, contoh kepemilikan murid ini seperti meminta pendapat murid untuk
menentukan bagaimana bentuk penugasan atau merespon umpan balik yang diberikan.
Jadi murid itu merasa bahwa mereka ikut memiliki sebuah program ataupun
kegiatan belajar mereka ketika di kelas.
Apa hal yang belum anda kuasai stelah
pembelajaran hari ini? Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut?
Hal
yang paling sangat kuasai dari materi pengelolaan program yang berdampak pada
murid adalah bagaimana cara saya sebagai seorang guru mampu mengajak murid
untuk menciptakan sebuah program yang memang diinginkan oleh murid tersebut
untuk menjadi agen perubahan. Salah satunya adalah mengetahui lingkungan yang
mampu menumbuhkembangkan murid. Lingkungan disini ada yang menggunakan pola
positif dan merasakan emosi yang positif. Keterampilan berinteraksi sosial
keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan lingkungan menerima dan
memahami kekuatan diri mereka sendiri, lingkungan yang menentukan dan menindak
lanjuti tujuan, harapan atau mimpi dari suatu individu kelompok maupun golongan,
lingkungan yang menempati murid sedemikian rupa sehingga mereka dapat aktif
ataupun, lingkungan yang menumbuhkan daya lenting dan sikap tangguh. Pengelolaan
program ini harus bermitra dengan Tri sentra pendidikan yakni kerjasama antara
satuan pendidikan keluarga dan masyarakat Tiganya ini harus saling berhubungan
satu sama lain, karena murid di sini pasti berada dalam suatu komunitas baik
itu komunitas keluarga, komunitas kelas, komunitas sekolah, komunitas sekitar
sekolah dan komunitas yang lebih luas lagi.
Ada
beberapa pembelajaran dari pengelolaan program yang berdampak pada murid yang
sampai saat ini saya masih belum menguasai. Peran keterlibatan komunitas dalam
menumbuhkembangkan kepemimpinan murid peran komunitas disini harus seperti apa model kemitraan, yang selalu
berhunungan dengan Tri sentra pendidikan yakni kerjasama antara satuan
pendidikan keluarga dan masyarakat yang nantinya akan berdasarkan asas gotong
royong, kesamaan kedudukan, saling percaya, saling menghormati, dan kesediaan
untuk berkorban dalam membangun sebuah program.
Sejauh
ini yang saya ketahui murid masih berada dalam lintas komunitas yang ruang
lingkupnya masih sempit paling hanya di sekitar komunitas keluarga komunitas
kelas maupun komunitas sekolah.
Apa yang yang masih membingungkan dari
pembelajaran hari ini? Ceritakan hal-hal
apa saja yang membuat hal tersebut membingungkan!
Hal
yang masih saya membingungkan adalah bagaimana caranya kita sebagai seorang
guru mampu menciptakan kemitraan di antara murid dengan komunitas-komunitas
yang berada di luar jangkauan seperti halnya komunitas sekitar sekolah. Sampai
saat ini sekolah kami masih belum menjangkau lintas lingkungan sekitar sekolah,
karena lingkungan kami yang berada di paling ujung dari suatu Desa. Sehingga
kemitraan ini masih belum dapat kami lakukan. Kemudian lingkungan-lingkungan
yang mampu menumbuhkan kepemimpinan murid ada yang berupa lingkungan yang untuk
murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif dalam hal
ini terkadang murid itu masih belum mampu mengendalikan emosi. Ketika mereka
memiliki masalah di lingkungan keluarga. maka permasalahan tersebut pasti akan
dibawa murid tersebut ke sekolah sehingga beberapa program yang seharusnya
mampu menumbuhkan jiwa
kepemimpinan
murid malah menjadi tindakan-tindakan
yang di luar hal tersebut. Saya memahami bahwa pengelolaan program ini
merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan belajar murid di sekolah sehingga
murid yang sudah lulus dari sekolah akan mampu beradaptasi dan mampu memiliki
pengalaman yang nanti dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka ketika
mereka berada di lingkungan masyarakat
Ada
beberapa pembelajaran yang masih membingungkan dari pengelolaan program yang
berdampak pada murid seperti halnya tadi yang sudah saya ceritakan, yakni cara yang harus saya lakukan supaya
saya mampu mengelola program yang berdampak pada murid walaupun dalam hal yang
kecil tapi hal tersebut dapat dilakukan dengan disiplin. Terkadang dalam
pengelolaan program ada beberapa guru yang sudah nyaman dengan suara pilihan
maupun kepemilikan dari murid tersebut sehingga guru tersebut lalai akan
tugasnya untuk memantau. Nah sebagai seorang guru kita tidak boleh lepas
tanggung jawab dari seluruh rangkaian program yang sudah berlangsung, guru di
sini masih menjadi seorang penuntun karena seorang murid masih membutuhkan
seorang penuntun untuk mampu menjadikan murid tersebut mencapai tujuan yang
diinginkan.
Beberapa
lingkungan yang mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan salah satunya adalah mampu
menumbuhkan daya lenting dan sikap aku terkadang murid diperlakukan secara
istimewa oleh orang tuanya sehingga semua kebutuhan yang diperlukan oleh murid
tersebut selalu disediakan. Terkadang hal-hal yang kecil pun sudah disiapkan
oleh orang tua. Bagaimana caranya supaya murid tersebut memiliki daya lenting
yang tinggi dan sikap tangguh ketika mereka berada di tengah kesempitan dan
kesulitan. Hal ini butuh komunikasi secara insentif kepada orang tua sehingga
adanya komunikasi ini mampu merubah mindset orang tua untuk tidak memberikan
pelayanan yang mampu membuat siswa tersebut tidak bisa memimpin dirinya sendiri.
Ada juga peran keterlibatan komunitas dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan yang
masih saya bingungkan disini komunitas untuk orang yang di luar ini masih belum
maksimal terkadang sekolah belum mampumenciptakan komunikasi yang baik terhadap
lingkungan di luar sekolah, sehingga terkadang ada kesalahpahaman antara pihak
luar sekolah dan sekolah yang nantinya kesalahpahaman ini ditakutkan akan
memberikan nilai negatif terhadap kegiatan sekolah.
SALAM BAHAGIA
MERDEKA BELAJAR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar