Jumat, 01 April 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGU 24

 




 

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 24

MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

MODEL REFLEKSI GAYA ROUND ROBIN


OLEH : ANA MUSLIKHA

SMP IT IBNU SINA WULUHAN

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 3 KAB.JEMBER 


Apa hal yang paling anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Mengapa hal tersebut bisa membuat anda sangat menguasainya

 

Kepemimpinan  murid merupakan dasar dari filosofi Ki Hajar Dewantara mengenai cara menumbuhkan padi oleh para petani, di sini diibaratkan adalah seorang siswa yang nantinya akan kita tuntun supaya menjadi padi yang bagus. Dan bahkan mampu menjadi padi yang memimpin dirinya sendiri begitu pula  sekolah yang menjadi tempat pembelajaran murid.

Kepemimpinan  murid dapat dibentuk atas dasar kemampuan atau kapasitas seorang murid tersebut untuk mengambil bagian atau peranan dalam proses belajar mereka sendiri. Peran kita sebagai seorang guru hanyalah mendampingi murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuai dengan kodrat konteks dan kebutuhannya. Sebagai seorang guru kita juga harus mengurangi kontrol kita terhadap mereka, Maka dari itu jika kita melakukan pendampingan maka murid kita akan mampu menjadi student agency yang mana mereka mampu menyuarakan opini, membuat pilihan-pilihan, mengajukan pertanyaan, mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi dalam proses pembelajaran mereka sendiri.

Konsep  kepemimpinan murid sebenarnya berakar pada prinsip bahwa murid itu memiliki kemampuan maupun keinginan secara positif yang nantinya bisa mempengaruhi kehidupan mereka, baik di dalam maupun di luar sekitar mereka. Kepemimpinan merupakan murid yang bertindak secara aktif dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab daripada hanya sekedar menerima apa yang ditentukan oleh orang lain.

Hubungan seorang guru dan murid hanyalah sebatas kemitraan dalam hal ini kemitraan yang dimaksud adalah guru hanya mampu menuntun tumbuh kembangnya kepemimpinan murid dalam kegiatan belajar mereka. Kepemimpinan murid mampu menjadikan murid sebagai profil pelajar Pancasila yang sebenarnya ini adalah Visi dan harapan Indonesia untuk membentuk karakter warganya di masa mendatang. Kita semua sepakat bahwa murid itu harus mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dari kepemimpinan murid ini maka diharapkan murid akan menjadi pribadi yang merdeka dan juga pribadi yang memerdekakan memerdekakan bangsanya

Kepemimpinan murid harus memberikan proses pembelajaran mereka sendiri dengan kata lain mereka sebenarnya memiliki suara(Voice), pilihan(Choice) maupun kepemilikan(Ownership) dalam proses pembelajarannya. Suara murid merupakan komunikasi yang diutarakan oleh murid untuk membuat keputusan sendiri. Bagaimana murid tersebut ingin belajar, contoh suara murid seperti membangun budaya saling mendengarkan, memberikan kesempatan murid untuk bertanya sharing pendapat berdiskusi dan lain-lain.  Pastinya murid tersebut memiliki suara-suara yang ingin didengarkan oleh orang dewasa.  Pilihan murid merupakan keinginan murid-murid untuk memilih apa dan bagaimana mereka akan belajar memberikan pilihan pada murid dapat memberdayakan murid, mendorong keterlibatan dalam pembelajaran dan mengenalkan pada minat pribadi. Dalam pengalaman belajar, mereka pastinya memiliki pilihan-pilihan yang dirasa cocok dengan mereka, contoh pilihan murid-murid seperti membuka Cakrawala murid bahwa ada berbagai pilihan atau alternatif yang dapat disajikan bahan pertimbangan untuk menentukan sebuah keputusan, atau memberi kesempatan pada murid untuk memilih peran yang didapat mereka dalam sebuah program, memberikan kesempatan bagi murid untuk memilih bagaimana cara belajar yang paling nyaman, aman untuk mereka. Kepemilikan murid merupakan bentuk rasa memiliki tanggung jawab akan suatu pilihan yang diinginkan kepemilikan murid. Disini akan ada hubungannya secara fisik, kognitif, sosial emosional, contoh kepemilikan murid ini seperti meminta pendapat murid untuk menentukan bagaimana bentuk penugasan atau merespon umpan balik yang diberikan. Jadi murid itu merasa bahwa mereka ikut memiliki sebuah program ataupun kegiatan belajar mereka ketika di kelas.

 

Apa hal yang belum anda kuasai stelah pembelajaran hari ini? Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut?

 

Hal yang paling sangat kuasai dari materi pengelolaan program yang berdampak pada murid adalah bagaimana cara saya sebagai seorang guru mampu mengajak murid untuk menciptakan sebuah program yang memang diinginkan oleh murid tersebut untuk menjadi agen perubahan. Salah satunya adalah mengetahui lingkungan yang mampu menumbuhkembangkan murid. Lingkungan disini ada yang menggunakan pola positif dan merasakan emosi yang positif. Keterampilan berinteraksi sosial keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan lingkungan menerima dan memahami kekuatan diri mereka sendiri, lingkungan yang menentukan dan menindak lanjuti tujuan, harapan atau mimpi dari suatu individu kelompok maupun golongan, lingkungan yang menempati murid sedemikian rupa sehingga mereka dapat aktif ataupun, lingkungan yang menumbuhkan daya lenting dan sikap tangguh. Pengelolaan program ini harus bermitra dengan Tri sentra pendidikan yakni kerjasama antara satuan pendidikan keluarga dan masyarakat Tiganya ini harus saling berhubungan satu sama lain, karena murid di sini pasti berada dalam suatu komunitas baik itu komunitas keluarga, komunitas kelas, komunitas sekolah, komunitas sekitar sekolah dan komunitas yang lebih luas lagi.

Ada beberapa pembelajaran dari pengelolaan program yang berdampak pada murid yang sampai saat ini saya masih belum menguasai. Peran keterlibatan komunitas dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan murid peran komunitas disini  harus seperti apa model kemitraan, yang selalu berhunungan dengan Tri sentra pendidikan yakni kerjasama antara satuan pendidikan keluarga dan masyarakat yang nantinya akan berdasarkan asas gotong royong, kesamaan kedudukan, saling percaya, saling menghormati, dan kesediaan untuk berkorban dalam membangun sebuah program.

Sejauh ini yang saya ketahui murid masih berada dalam lintas komunitas yang ruang lingkupnya masih sempit paling hanya di sekitar komunitas keluarga komunitas kelas maupun komunitas sekolah.

 

Apa yang yang masih membingungkan dari pembelajaran  hari ini? Ceritakan hal-hal apa saja yang membuat hal tersebut membingungkan!

 

Hal yang masih saya membingungkan adalah bagaimana caranya kita sebagai seorang guru mampu menciptakan kemitraan di antara murid dengan komunitas-komunitas yang berada di luar jangkauan seperti halnya komunitas sekitar sekolah. Sampai saat ini sekolah kami masih belum menjangkau lintas lingkungan sekitar sekolah, karena lingkungan kami yang berada di paling ujung dari suatu Desa. Sehingga kemitraan ini masih belum dapat kami lakukan. Kemudian lingkungan-lingkungan yang mampu menumbuhkan kepemimpinan murid ada yang berupa lingkungan yang untuk murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif dalam hal ini terkadang murid itu masih belum mampu mengendalikan emosi. Ketika mereka memiliki masalah di lingkungan keluarga. maka permasalahan tersebut pasti akan dibawa murid tersebut ke sekolah sehingga beberapa program yang seharusnya mampu menumbuhkan jiwa

kepemimpinan murid  malah menjadi tindakan-tindakan yang di luar hal tersebut. Saya memahami bahwa pengelolaan program ini merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan belajar murid di sekolah sehingga murid yang sudah lulus dari sekolah akan mampu beradaptasi dan mampu memiliki pengalaman yang nanti dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka ketika mereka berada di lingkungan masyarakat

Ada beberapa pembelajaran yang masih membingungkan dari pengelolaan program yang berdampak pada murid seperti halnya tadi yang sudah saya ceritakan,   yakni cara yang harus saya lakukan supaya saya mampu mengelola program yang berdampak pada murid walaupun dalam hal yang kecil tapi hal tersebut dapat dilakukan dengan disiplin. Terkadang dalam pengelolaan program ada beberapa guru yang sudah nyaman dengan suara pilihan maupun kepemilikan dari murid tersebut sehingga guru tersebut lalai akan tugasnya untuk memantau. Nah sebagai seorang guru kita tidak boleh lepas tanggung jawab dari seluruh rangkaian program yang sudah berlangsung, guru di sini masih menjadi seorang penuntun karena seorang murid masih membutuhkan seorang penuntun untuk mampu menjadikan murid tersebut mencapai tujuan yang diinginkan.

Beberapa lingkungan yang mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan salah satunya adalah mampu menumbuhkan daya lenting dan sikap aku terkadang murid diperlakukan secara istimewa oleh orang tuanya sehingga semua kebutuhan yang diperlukan oleh murid tersebut selalu disediakan. Terkadang hal-hal yang kecil pun sudah disiapkan oleh orang tua. Bagaimana caranya supaya murid tersebut memiliki daya lenting yang tinggi dan sikap tangguh ketika mereka berada di tengah kesempitan dan kesulitan. Hal ini butuh komunikasi secara insentif kepada orang tua sehingga adanya komunikasi ini mampu merubah mindset orang tua untuk tidak memberikan pelayanan yang mampu membuat siswa tersebut tidak bisa memimpin dirinya sendiri. Ada juga peran keterlibatan komunitas dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan yang masih saya bingungkan disini komunitas untuk orang yang di luar ini masih belum maksimal terkadang sekolah belum mampumenciptakan komunikasi yang baik terhadap lingkungan di luar sekolah, sehingga terkadang ada kesalahpahaman antara pihak luar sekolah dan sekolah yang nantinya kesalahpahaman ini ditakutkan akan memberikan nilai negatif terhadap kegiatan sekolah.

 

SALAM BAHAGIA

MERDEKA BELAJAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Nyata modul 3.3 Pengelolaan program yang berdampak pada murid

Calon guru penggerak angkatan 3 kab. Jember Ana Muslikha  SMP IT Ibnu Sina Wuluhan Aksi nyata modul 3.3 pengelolaan program yang berdampak p...