Minggu, 13 Maret 2022

Jurnal refleksi Minggu ke 22

 Jurnal Refleksi Minggu ke 23

Ana Muslikha

CGP Angkatan 3

Kab.Jember








Modul 3.2 pemimpin sebagai pengelola sumber daya

CONNECTION

Sekolah merupakan suatu ekosistem yang sangat kompleks karena didalmnya terdapat berbagai macam interaksi yang membentuk sebuah komunitas. Sekolah pastinya memiliki aset-aset yang terdiri dari biotik (makhluk hidup) dan abiotik (benda mati) yang mana dari aset tersebut kita mampu memetakan seluruhnya sehingga dapat digunakan untuk pengembangan sekolah.

Didalam modul 3.2 ini saya dapat mengetahui aset yang mampu kita petakan. Adapun aset tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut:

  1. Modal manusia merupakan modal utama yang berperan sebagai subjek maupun objek pada suatu kegiatan belajar mengajar. Kita mampu memanfaatkan potensi modal tersebut karena disiplin ilmu mampu kita dapatkan dari pengalaman manusia
  2. Modal fisik merupakan alat fisik yang digunakan untu menunjang fasilitas makhluk hidup
  3. Modal sosial dapat digunakan untuk berkomunkasi bersama warga sekolah
  4. Modal finansial mendukung perbelanjaan sekolah
  5. Modal politik kerjasama bersama lembaga lain
  6. Modal lingkungan atau alam pemanfaatan sumber daya alam
  7. Modal agama dan budaya mengenalkan budaya serta kepentingan agama baik sendiri atau yang lain

    hal yang dapat kita pahami terkait sebagai pemimpin pembelajaran yakni mampu mengelola aset merupakan sebagai potensi sekolah yang bertujuan untuk pengembangan sekolah.

A    adapun hubungan materi ini dengan materi sebelumnya adalah sebagai berikut:

a. Modul 1.1 Refleksi Filosofi Ki Hajar Dewantara : Memetakan potensi sekolah yang dimanfaatkan untuk menuntun siswa sesuai kodratnya.

b. Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak : Mampu untuk merefleksikan, berinovasi dan mengembangkan kreatifitas serta berkolaborasi dalam melihat aset yang ada.

c. Modul 1.3 Visi Guru Penggerak : Konsep BAGJA dapat digunakan untuk memulai perencanaan pengelolaan sumber daya.

d. Modul 1.4 Budaya Positif : Memetakan potensi / aset mampu menjadikan para pemimpin pembelajaran mengajarkan budaya positif.

e. Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi: penerapan pembelajaran berdiferensiasi, mampu memetakan minat dan kreatifitas siswa sebagai aset terbaik sekolah.

f. Modul 2.2 Keterampilan Sosial dan Emosional : kemampuan guru dalam keterampilan sosial dan emosional mampu menjadikan siswa yang terampil sehingga dapat menjadi aset sekolah yang terbaik

g. Modul 2.3 Coaching: Metode coaching mampu dipraktekkan guru guna menyelesaikan masalah sehingga mampu juga menemukan aset terpendam dari siswa, guru maupun warga sekolah

h. Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran : penerapan konsep pengambilan keputusan dilema etika mampu menghasilakan aset/potensi sekolah menjadi optimal.


CHALLENGE
Adakah ide dari narasumber yang berbeda dengan apa yang sudah anda praktekkan selama ini Dalam pemimpin sebagai pengelolaan sumber daya?

salah satu yang masih syaa ingat dari narasumber intruktur yakni mengembangkan atau memtakan potensi sekolah dengan menerapkan analisi SWOT.

S adalah “kekuatan-kekuatanatau kebebihan  yg dimiliki sekolah yang dapat dioptimalkan agar sekolah dapat tumbuh dan berkembang serta unggul bersaing

W adalah “kelemahan-kelemahanatau kekurangan yg dimiliki sekolah yang menjadikannya sukar/tidak dapat tumbuh dan berkembang serta tidak mampu bersaing.

O = Opportunities  adalah sebanyak mungkin kesempatan atau “peluang-peluangyang dapat diraih dan didayagunakan agar sekolah dapat tumbuh dan berkembang serta mampu menjadi model bagi sekolah lainnya

saya memahami bahwa memetakan potensi aset-aset sekolah dapat menggunakan analisis SWOT. karena analisi ini bertujuan untu memetakan kekuatan yang dimliki sekolah sehingga sekolah mampu menjalankan visi misi sekolah dengan baik.Visi Misi sekolah dapat diperoleh dari hasil memetakan aset sekolah serta dapat juga menggunakan teori BAGJA yang pernah kita pelajari dalam modul 1.3 melalui pendekatan inquiri apresiatif.

CHANGE

kesempatan saya sebagai calon guru penggerak mampu saya lakukan ketika saya termasuk dalam panitia pengembangan sekolah, bahkan pengembangan sekolah ini merupakan pengalaman saya sebagai seorang guru, ditambah materi yang saya ikuti dari program guru penggerak sehingga saya memilik kesmpatan yang baik untuk melaksanakan aksi nyata modul ini.

CONCEPT

Sebagai  pemimpin pembelajaran di sekolah Kita harus mengelola sumber daya yang ada di sekolah. sehingga dari potensi-potensi tersebut kita dapat menggunakan aset sekolah guna menunjang pengembangan sekolah berdasarkan sumber daya yang ada di sekolah ada 7 aset atau potensi yang dapat dikembangkan di sekolah Adapun aset yang dapat dijadikan potensi atau sumber daya sekolah tersebut antara lain :

  1. 1.    Modal manusia
  2. 2.    Modal fisik
  3. 3.    Modal sosial
  4. 4.    Modal finansial
  5. 5.    Modal politik
  6. 6.    Modal lingkungan atau alam
  7. 7.    Modal agama dan budaya

Untuk  menggunakan potensi sekolah tersebut guna mengembangkan Sekolah ada pendekatan yang dapat kita gunakan.

1.    Ada pendekatan berbasis kekurangan atau masalah (Deficit-Based Thinking) dimana pendekatan ini hanya melihat dari cara pandang kekurangan sekolah Jadi hanya memusatkan perhatian kita pada satu modal saja.  Atau dengan kata lain tidak ada cara lain selain dengan menggunakan model tersebut.

2.    Pendekatan kedua yakni berbasis aset (Asset-Based Thinking)yang mana pendekatan ini memusatkan pada kekuatan positif kita akan mengembangkan Sekolah dengan memanfaatkan aset atau potensi yang ada di sekolah tersebut

Cara mengimplementasikan  pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya baik dikelas,sekolah dan masyarakat sekitar adalah dengan bersinergi atau kolaborasi untuk bersama-sama mengidentifikasi kemudian mengoptimalkan segala aset/potensi yang ada sebagai kekuatan yang dimiliki oleh sekolah untuk dikelola dan dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan kualitas belajar serta menunjang keberhasilan tujuan pendidikan.

Mengelola sumber daya adalah dengan, menfokuskan masa depan,Berpikir tentang kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut, Mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan) Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan misi kekuatan dan Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Nyata modul 3.3 Pengelolaan program yang berdampak pada murid

Calon guru penggerak angkatan 3 kab. Jember Ana Muslikha  SMP IT Ibnu Sina Wuluhan Aksi nyata modul 3.3 pengelolaan program yang berdampak p...